Langsung ke konten utama

Postingan

Bulan Hujan

Deretan bulan hujan, yang membawa perasaanku terbang ke negeri kayangan. Mengkhayal demi cerita indah antara tukang sepatu kuda dan sang putra mahkota kerajaan. Di sebuah Negeri Allea, negeri yang diapit dua air terjun yang menyelipkan sebuah pelangi yang indah. Dikelilingi oleh tebing hijau dengan berjuta pohonnya yang rindang. Di atas tebing yang paling tinggi, terdapat istana megah bak istana persia. Dengan taman labirin di belakangnya. Air mancur menyembur kuat dan jatuh di danaunya. Serta hewan-hewan terhormat dipelihara di sana. Istana yang dipimpin oleh Raja Mold yang sangat bijak. Begitu juga putranya yang tercinta, Pangeran Doyle.

Kini Sejuta Harapku Telah Tiba

Sudahkah kau tertatih? Saat kaki tak sanggup lagi menapaki Lika-liku takdir diri Aku menyerah dan letih Kawan, sekejam itukah hidup? Coba kau sibak masa depanmu Dia tersenyum kepadamu Dan, merangkai mimpi yang terlupa di benakmu Sedihmu, lukamu, dan tangismu sekarang Adalah goresan takdir indah yang Tuhan berikan Ingat cintamu di wajahnya Dan cinta mereka di wajah-wajahnya Poem by: Ghina Mufidah

Sajak Pagi Hari

        Jam 3 pagi berdering memekakkan telinga, alarm buatku untuk mendekatkan diriku kepada Sang Maha Pencipta. Tapi aku hanya manusia, akhirnya jam 3 tertunda hingga jam setengah 4. Bangun dan berdiri untuk mengambil air wudhu dan shalat tahajud di tengah langit gelap penuh keheningan. Doa yang kusampaikan kepada Sang Maha Pencipta adalah permintaan yang sangat kuharapkan. dan aku merasakan ketenangan yang sangat luar biasa seakan rasanya aku merasakan kehadiranNya.        Segar raga, pikiran, dan jiwa untuk pagi ini....        Ya Allah, Alhamdulillah, aku masih bisa merasakan oksigen yang engkau berikan 'tuk pagi ini. Aku masih diberi kesempatan tuk hidup dan beramal baik karenaMu, dan diberikan kesempatan untuk selalu menunaikan ukhuwah islamiyah yang telah engkau tetapkan bagi hambaMu.. Pagi yang kurasakan adalah pagi yang bersih tanpa kelabu, tanpa kabut, dan tanpa rintik rinai hujan. Pagi yang mendatangkan ...

PMR SMIKA! *eaah

PMR SMIKA, Kepengurusan Baru!                    Ini PMR SMA Insan Cendekia. Sekarang yang megang ya, aku dan para sahabat.. Memang PMR kita belum se besar SMA-SMA lain. Belum PMR yang merebut banyak juara. Belum PMR yang dapat piala bergilir setiap lomba.. Tenang, kita adalah perintis! Merintis itu memang hal yang susah.. Memajukan itu memang butuh usaha yang ulet. Tapi kalau kita memaksimalkan, dan berhasil... itu akan jadi kepuasan tersendiri. Yang aku tau, PMR SMIKA udah dapat 2 piala. Juara 1 LCC PMR se solo raya sama juara 1 umum se solo raya "CHREAPHORIA" Sang ketua udah bervisi dan misi untuk memajukan PMR.. Dan aku tau itu bertahap.. Kita berjuang bareng-bareng.. Suka duka bareng-bareng.. Supaya kita bisa merasakan pahit manisnya berorganisasi.. Love ya Guys!

4th Generation!

Foto di tiga serangkai, 4th- farewell, photo in "lapangan basket" tersayang. Ini pas lagi outing class di edupark. The blues, 4th    This is my generation.. yeahh, 4th generation.. Aku tau foto ini ada yang lengkap dari kita. meskipun kita jauh tapi InsyaAllah dekat di hati. InsyaAllah kenangan manis kita tetap terjaga, dan ukhuwah islamiyah kita tetap terjalin... Sifat kita memang berbeda. Kita istimewa.. Kita terlihat solid dan kompak. walaupun aku gak terlalu akrab juga sama beberapa orang.. Guys, aku bangga berada di antara mereka. Inilah satu-satunya angkatan yang gak mau aku lepas. yang gak mau aku sia-siakan. Aku beruntung mempunyai teman se-perhatian mereka.. Ya, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Sepertinya di sini kata, "masuk bareng keluar bareng" udah gak jaman lagi. udah gak kepake lagi.. kita berpisah... satu-satu mereka lepas dari angkatan kita. dan mereka memlih jalannya masing-masing untuk menempuh dunia ini.. Walaupun beb...

Apologize to Earth!

                 Tak pernahkah kalian berpikir sedikit tentang bumi kita yang semakin menua, dan semakin rapuh ini? tak bisakah kalian menyegarkan kembali bumi ini? kalian tidak pernah merawat bumi sedangkan bumi selalu menyediakan apapun untuk kita? kalian tinggal di badan bumi. kalian berpijak tepat di wajah bumi. isi bumi telah kalian ambil. tanpa kalian berusaha membalikan semuanya dan bertanggung jawab atas kehilangan isi dari bumi ini. kalian hina! bumi adalah tempat kita... rumah kita.... hai kalian oknum-oknum tak bertanggung jawab... sadarlah kalian! kalian hanya memanfaatkan bumi dengan semena-mena karena bumi ini mati, kan? anggap saja bumi ini hidup, dan akankah kalian tetap begini? bisa saja kalian dilempar dari bumi ini dan membusuk diluar sana. and please Apologize to Earth!

Sajak Malam Hari

                Aku merebahkan ragaku di atas padang rumput yang luas di malam hari yang cerah. Bintang-bintang seolah menyapaku. Kelap kelip cahayanya membuatku selalu ingin menatapnya lagi, lagi, dan lagi. Bulan sabit yang menggantung di langit biru kelam itu adalah yang paling bersinar diantara semuanya. Rasi bintang yang terpampang, adalah sesuatu yang indah. Aku pernah berkhayal, jika aku berada di kutub utara, mungkin aurora telah terekam di retinaku. Yang mungkin itulah yang membuatku terpesona dan menjadikannya sebagai pelampiasan dari perasaanku. Cukup melihat ke atas, aku bisa melenyapkan kepenatan jiwa dan ragaku karena aku telah menyadari betapa besar kekuasaan-Mu di langit malam-Mu... Makna: Kepenatan jiwa dan raga kita bisa kita lenyapkan dengan melihat ciptaan Allah yang sungguh indah luar biasa. Dan malam hari adalah salah satu saat-saat terindah dimana ciptaan indah yang diciptakan itu keluar d...